Siapa yang tidak kenal dengan guru? Di dunia ini tidak ada seorangpun yang belajar tanpa guru. Bahkan Nabi Adam ’alaihissalam sebagai manusia pertama pun ada gurunya, tidak tanggung-tanggung gurunya adalah Sang Khaliq yaitu Allah SWT (QS. Al-Baqarah: 31). Dalam konteks sekarang, guru bukan hanya seorang sosok yang memberikan pelajaran (materi) di kelas juga membimbing, membina, mengarahkan, mengasah, memberi teladan yang baik, dan seterusnya, melainkan sebuah pengalaman pun dapat dikatakan sebagai belajar dan itulah yang disebut sebagai guru, begitu pula dengan membaca buku, "membaca" alam sekitar dan sebagainya.
Di sekolah, setiap hari siswa bertemu, bercengkrama dan berinteraksi dengan gurunya, lalu apa pandangan para siswanya terhadap guru, singkatnya bagaimana citra seorang guru di mata para siswa? Ada ungkapan guru adalah segalanya, tidak ada guru siswa tak tentu rudu arahnya, bisa membuat onar dan kekacauan di dalam kelas maupun di luar kelas. Tanpa guru siswa tak menentu, ada yang menunggu dan menunggu sampai ada siswanya yang dungu dan lugu.
Guru galak/garang
Citra pertama adalah citra seorang guru yang galak. Pada dasarnya, tidak ada manusia di dunia ini yang galak (baca: suka marah) karena manusia diciptakan sesuai dengan fitrahnya. Artinya, segala tingkah laku, sikap dan perangai manusia sesuai dengan hatinya. Guru tidak akan bertindak semena-mena sepanjang tidak ada yang menjadi faktor penyebab dalam tindakan yang dilakukan oleh siswanya. Guru akan marah jika ada siswa yang melakukan hal-hal dan tindakan yang melanggar aturan sekolah dan sebagainya. Oleh karena itu, jangan sampai siswa menjadi pemicu kemarahan guru. Kasus penganiayaan guru terhadap siswa yang sering kita dengar dan saksikan di berbagai media memberitakan bahwa tidak lain karena siswa yang menjadi biang tindakan dan kekesalan serta kemarahan guru.
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa hati manusia dibagi menjadi tiga, yaitu: (1). Qalbun Salimun (hati yang selamat/sehat), (2). Qalbun Maridhun (hati yang berpenyakit), (3). Qalbun Mayyitun (hati yang mati). Qalbun Salimun adalah hati yang selalu berjalan di jalan yang benar/lurus sesuai dengan fitrahnya. Qalbun Maridhun adalah hati yang sudah dimasuki dan dinodai oleh hal-hal negatif sehingga dihinggapi penyakit-penyakit duniawi yang melalaikan lagi menyesatkan. Sedangkan tingkat yang paling parah adalah Qalbun Mayyitun yaitu mata hati yang sudah terkunci mati mata hatinya dikarenakan kekafiran, sehingga hatinya menjadi mati dan tidak akan hidup atau dapat dibuka melainkan hanya dengan hidayah dari Allah SWT. Begitupun guru, hati seorang guru awalnya Qalbun Salimun, namun hatinya akan menjadi Qalbun Maridhun tatkala ada dipengaruhi oleh hal-hal di luar dirinya yang disebabkan oleh tingkah laku para siswanya sehingga guru menjadi marah.
Guru disiplin
Citra kedua adalah disiplin. Disiplin bukan hanya tepat waktu datang ke sekolah, namun dalam segala hal. Guru yang disiplin adalah guru yang patuh dan taat terhadap peraturan sekolah, disiplin dalam memberikan pengajaran dan penilaian (evaluasi) untuk keperluan kependidikan dan sebagainya.
Menurut Kartini Kartono (1995), "guru dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, dan memiliki tingkah laku yang tepat dalam mengajar." Oleh sebab itu, guru harus dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang disajikan, dan memiliki metode yang tepat dalam mengajar.
Guru teladan
Teladan artinya sesuatu yang patut ditiru, dan guru hendaknya menjadi teladan bagi murid-muridnya karena guru adalah seseorang yang memang pantas untuk – mengutip pepatah Jawa – diguGU (dipatuhi) dan ditiRU (dicontoh). Bapak pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara (1889-1959) sudah mewariskan filsafat pendidikan bagi para guru: "Ing Ngarsa sung tuladha, in madya mangun karsa, tut wuri handayani" (di depan memberi teladan, di tengah membimbing, dan di belakang mendorong).
Guru yang baik
Citra selanjutnya adalah guru yang baik. Citra ini muncul ketika para siswa tidak pernah diperlakukan oleh gurunya dengan semena-mena (baca: guru tidak pernah marah dan itu ini). Guru juga yang selalu memberikan nilai yang "bagus" di raport siswanya. Bahkan ada sebagian siswa yang mengatakan guru yang baik adalah guru yang tidak selalu memberikan latihan dan tugas, tetapi akan mendapatkan nilai yang memuaskan di dalam raport. Namun, beberapa minggu terakhir kita lihat di televisi yang menayangkan ada di antara siswa yang terlibat dalam aksi tawuran bahkan yang lebih parahnya lagi ditemukan aksi kekerasan antar siswa yang terekam dalam telepon seluler (ponsel). Inikah akhlak dan moral siswa sebagai generasi penerus bangsa? Jika ini yang terjadi, citra guru yang baik masih dipertanyakan. Dan masih banyak lagi citra-citra lain yang dicap kepada guru. Wallahu a’lam. **
*) Penulis adalah alumni STAIN Pontianak.
Sumber : http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=17033
Wednesday, February 17, 2010
Citra Guru Dimata Siswanya
Tuesday, February 16, 2010
Lagu Toolbar Pengolah Angka



Program pengolah kata Microsoft Word tidak asing bagi kita. Penggunaan toolbar dan menu bar Microsoft Word sudah biasa digunakan. Untuk siswa kelas X SMA, metode ceramah tentu sudah membosankan bagi siswa. Apalagi mereka telah belajar Microsoft Word sejak Sekolah Menengah Pertama. Jadi saya meminta siswa membentuk kelompok untuk membuat lirik lagu menggunakan fungsi2 toolbar/menu bar yang ada di Microsoft Word. Ini berfungsi untuk mengingatkan mereka penggunaannya sekaligus untuk mengaktifkan otak kiri dan kanan..
Saya pun melibatkan guru bidang studi lain untuk mengomentari penampilan para siswa. Ada 3 guru yaitu guru bidagn studi biologi (Bu Trima) , fisika (Bu Udz) dan penjas (Bu Susi). Layaknya kontes musik yang digelar di televisi2, para siswa pun semangat menampilkan karya per kelompok.
Ini saya copy-kan salah satu lirik lagu yang di buat oleh siswa kelas X.
Microsoft word
punya fungsi
Standar toolbar
Formatting toolbar
Dan juga drawing toolbar
Standar toolbar
Ada delapan belas fungsinya
Diantaranya
Yang pertama
Fungsi copy
Untuk menyalin data
Yang kedua adalah Fungsi save
Yaitu berfungsi Untuk menyimpan dat a
Yang ketiga adalah
Fungsi print preview
Untuk menampilkan dokumen di layar
Selanjutnya icon Formatting toolbar
Ada enam belas fungsinya
Diantaranya
Yang pertama Font
untuk ganti jenis huruf
Kedua font size
Untuk mengganti ukuran huruf
Drawing toolbar
Terbagi menjadi
dua puluh fungsi
diantaranya
yang pertama line
membuat garis
rectangle
membuat kotak
tolong…
jangan kau lupakan fungsinya
jangan kau pikirkan
gambarnya saja
Microoft Word
banyak fungsinya.
Dan… setelah semua kelompok selesai tampil, tiba2 Bu Susi bermain gitar sambil bernyanyi selamat ulang tahun. Bu Trima dan Bu Udz pun memberikan kue ulang tahun kepada saya. Anak2 pun serempak langung bernyanyi bersama. Tak lupa sesi pemotretan menggunakan kamera Bu Susi dilakukan. Benar2 kejutan! Terima kasih untuk Bu Trima, Bu Susi, dan Bu Udz. Semoga Allah SWT membalas kebaikan ibu2. Amiin
Tanggal 15 Pebruari bertambah satu usia semoga menjadi lebih baik. Berharap satu tahun ke depan semakin dekat kepada Allah SWT, diberi kemudahan dlm pekerjaan, kemudahan rezeki, diberi kesehatan hingga melahirkan dan bisa melihat anak2ku lahir dan tumbuh menjadi anak2 saleh/shalehah, menjadi anak yang berbakti kepada ortu dan istri yang terbaik bagi suamiku. Sukses dunia-akhirat. Amiin.
Friday, February 12, 2010
Laptop untuk Guru
Pagi ini saya membaca koran ada artikel yang menarik tentang penjualan laptop bagi guru. Program yang sangat bagus diberikan oleh Klub Guru Indonesia (KGI) yaitu SAGUSALA. Program SAGUSALA mewujudkan Pendidikan abad 21 yang berkualitas melalui upaya setiap guru memiliki satu laptop dengan harapan dapat menghasilkan media belajar inovatif (konten pendidikan), berkolaborasi dengan guru di seluruh dunia dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Manfaat membeli laptop dari program tersebut adalah guru mendapatkan konten2 pembelajaran (gratis), bagi yang membayar tunai langsung mendapat potongan 500ribu, bagi yang menyicil atau kredit dengan bunga 0%, akses internet murah (Speedy), mengikuti pelatihan2 komputer (gratis) dan mendapat potongan harga lisensi Microsoft Office.
Menurut Pak Satria, dengan SAGUSALA ini :
1. Visi kita adalah : membuat lompatan kemajuan sistem pendidikan di Indonesia dengan transformasi di bidang pendidikan melalui pembelajaran berbasis teknologi informasi. Jadi visi kita bukanlah menjual laptop sebanyak mungkin. Laptop hanyalah alat yang kita anggap dapat membantu para guru dalam melakukan transformasi tersebut. Kita harapkan agar para guru dapat menjadi produktif dengan memiliki alat pembelajaran dan alat produksi (laptop) tersebut.
2. Misi kita adalah menjadikan guru-guru melek informasi dan memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan tugas mereka sebagai agent of change (pelaku perubahan)di sekolah. Jadi guru harus diajak agar benar-benar bisa MEMANFAATKAN (dan bukan sekedar menggunakan teknologi informasi secara pribadi) teknologi ini dalam kegiatan pembelajarannya. Jadi laptop hanyalah alat dan tujuannya adalah agar para guru dapat belajar secara mandiri dan dapat menghasilkan media pembelajarannya sendiri. Ini akan membedakan kita dengan berbagai upaya penjualan laptop di luar Sagusala.
Jadi setelah memiliki laptop yang lengkap dengan berbagai macam materi
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan guru dalam laptop tersebut maka kita akan mengadakan pelatihan berkala secara terstruktur kepada guru tersebut sampai guru tersebut benar-benar merasa percaya diri untuk memanfaatkan materi pembelajaran berbasis TI tersebut di kelasnya. Tidak ada gunanya punya laptop dan mendapat pelatihan secara intensif jika tidak terjadi perubahan dalam praktek pembelajarannya di kelas. Transformasi itu harus dapat dirasakan
manfaatnya oleh siswa.
Selain pelatihan berkala dan terstruktur, kita juga akan membentuk Komunitas Guru Pembelajar TI yang tentu saja bukan untuk guru-guru yang mengajar TI saja tapi bagi semua guru yang ingin mendapatkan manfaat sebanyak-banyaknya dari TI dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru. Jadi ada ALAT, ada PELATIHAN, dan ada KOMUNITAS. Tentu saja akan ada para MENTOR yang akan membantu para guru tersebut dalam belajar. Program ini akan menjadi program yang komprehensif dalam menjawab tantangan dunia informasi.
3. Target yang hendak kita capai adalah dalam satu tahun ini adalah 1000 guru yang bisa kita jangkau (sebuah angka yang sangat kecil untuk ukuran jumlah guru yang ada tapi mungkin cukup ambisius bagi KGI).
Semoga dengan program ini dapat mempermudah para guru untuk terus belajar, demi kemajuan kualitas pendidikan Indonesia.
Anda seorang guru dan berminat untuk membeli laptop dari KGI? Panduan pembelian dan pemesanan, silahkan kunjungi alamat ini.
Semoga bermanfaat :)