Mendidik anak balita perlu pengetahuan dan belajar dari pengalaman orang
yang sudah mengalaminya. Sekarang saya mau berbagi cerita tentang mandi
dan makan versi anak balita.
Anak2 suka main air. Saat mandi merupakan hal seru bagi anak2. Usia 3
tahunan ada sudah minta mandi sendiri. Satu ember air sudah hampir habis
dengan bagian depan badan yang basah. Badan yang disabuni hanya seputar
perut dan tangan. Ketika orang tua dalam kondisi
kalut, lelah, masih banyak yang dikerjakan, melihat kelakuan anak yang
mandi tadi bisa langsung marah dan orang tua memandikan anaknya dengan
cepat. Selesai kah masalah? Ya, selesai untuk memandikan anak. Tetapi
anak tidak belajar mandiri, orang tua perlu belajar lagi menyikapi
dengan cara yang bijak membimbing anak mandi yang benar tanpa emosi dan
marah.
Kegiatan selanjutnya adalah makan. Anak yang punya rasa ingin tahu yang
besar, tentu mencoba menyuap makanan sendiri. Makanan yang ada dipiring
perlahan lahan diambil dengan sendok lalu masuk ke mulut. Banyak
makanan yang jatuh daripada yang masuk k mulut. Tangan kotor, meja
berantakan. Jika orang tua menyikapi hal tersebut tanpa sabar mau maunya
instan jadi makanan langsung disuapkan ditambah omelan kepada anak.
Kemandirian dan kreativitas anak bisa hilang karena terhalang keinginan
orang tua. Seandainya orang tua dalam keadaan tenang dalam menyikapi
kelakuan anak makan sendiri bisa diberi alas kain lampin dibawah piring
agar makanan yang berjatuhan tidak mengotori meja/lantai. Saya dan anak2
biasa menyebut alas itu “permadani”, selain itu biasakan cuci tangan
sebelum dan setelah makan. Orang tua pun bisa sambil mengawasi dan
membimbing anak makan sendiri.
Mari belajar bersama :)
Saturday, January 4, 2014
Orang Tua dan Anak Belajar
Ganti Nilai Raport
Thursday, December 5, 2013
Semangat Pak Kus
Saya menilai sosok Pak Kus sebagai guru
yang tidak pernah berhenti belajar. Tahun 2008 saya pertama kali
ditugaskan di SMAN 2 Pontianak, beliau tidak sungkan untuk belajar Ms.
Power Point ke saya. “Bu Ita tolong ajarkan saya power point yang ada
animasi gerak-gerak gitu, kan tampilannya cantik jadi siswa senang. Saya
minggu depan mau ngisi kegiatan MOS materi Wiyata Mandala”, kira-kira
begitu kalimat yang beliau ucapkan. Satu kalimat yang saya ingat lagi
yaitu, Bu Ita mengajarkan saya bukan mengerjakan power
pointnya. Ya, saya paham maksud beliau. Sementara orang lain meminta
saya untuk membuatkan power point tetapi beliau ingin membuatnya
sendiri. Rasa ingin tau yang besar akan suatu ilmu. Patut untuk
dijadikan teladan.
Pak Kus selalu semangat dengan berjalan tegap, tidak ada kesan loyo
dengan usia setua itu. Hal yang saya kagumi dari Pak Kus, adalah diluar
jam sekolah beliau rajin membersihkan sampah dan menyiram tanaman yang
ada dihalaman sekolah. Walaupun di sekolah sudah ada petugas kebersihan
tetapi beliau santai saja bersama-sama petugas kebersihan membersihan
bahkan membakar sampah. Walaupun SMAN 2 Pontianak sudah tidak RSBI
tetapi beliau masih rajin menggunakan bahasa Inggris. Kalimat yang
beliau ucapkan terkadang sulit dipahamai karena campur aduk
Indonesia-English jadi perlu konsentrasi untuk memahaminya, saya kadang
meminta beliau untuk mengulang ucapannya baru menanggapinya. Good
Morning! ucapan ramah beliau ketika berpapasan dengan rekan kerja.
Bertanya ke guru bahasa inggris dan membaca kamus sering beliau lakukan
untuk memperlancar bahasa inggris.
Di acara syukuruan kemarin, beliau mengucapkan terima kasih atas
kehadiran para undangan, meminta maaf atas kesalahan yang disengaja atau
tidak sengaja. Dan kalimat terakhir yang membuat beliau semakin
bersemangat adalah di hari korpri, beliau mengikuti upacara di kantor
walikota kota Pontianak, disana Walikota Pontianak memberikannya piagam
penghargaan PNS yang purna tugas atau memasuki masa pensiun. Beliau
sangat terharu dan tidak menyangka akan dilepas sedemikian rupa dengan
prosesi upacara yang sangat besar. Baginya, ini suatu hal yang tidak
bisa diungkapkan dengan materi. Rasa bahagia dan bangga terpancar dari
wajah beliau.
Warga SMAN 2 Pontianak bisa meneladani hal-hal positif dan merindukan
keramahan beliau. Selalu semangat, bersyukur, berbagi dan berpikir
positif adalah kalimat singkat yang penuh makna untuk para undangan yang
hadir.
Tetap semangat Pak Kus. Ganbatte!