Saturday, March 13, 2010

Nilai Mid TIK Semester Genap 2009/2010 Kelas XI


Bagi siswa/i SMA Negeri 2 Pontianak, kelas XI RSBI, XI IPA, XI IPS silahkan mendownload link di bawah ini untuk melihat nilai mid TIK semester genap 2009/2010.

Nilai Mid Semester Genap 2009/2010 Kelas XI RSBI
Nilai Mid Semester Genap 2009/2010 Kelas XI IPA
Nilai Mid Semester Genap 2009/2010 Kelas XI IPS

Nilai kurang dari 75 ikut remidial pada saat jam pelajaran TIK.

Bookmark and Share

Wednesday, February 17, 2010

Citra Guru Dimata Siswanya


Siapa yang tidak kenal dengan guru? Di dunia ini tidak ada seorangpun yang belajar tanpa guru. Bahkan Nabi Adam ’alaihissalam sebagai manusia pertama pun ada gurunya, tidak tanggung-tanggung gurunya adalah Sang Khaliq yaitu Allah SWT (QS. Al-Baqarah: 31). Dalam konteks sekarang, guru bukan hanya seorang sosok yang memberikan pelajaran (materi) di kelas juga membimbing, membina, mengarahkan, mengasah, memberi teladan yang baik, dan seterusnya, melainkan sebuah pengalaman pun dapat dikatakan sebagai belajar dan itulah yang disebut sebagai guru, begitu pula dengan membaca buku, "membaca" alam sekitar dan sebagainya.
Di sekolah, setiap hari siswa bertemu, bercengkrama dan berinteraksi dengan gurunya, lalu apa pandangan para siswanya terhadap guru, singkatnya bagaimana citra seorang guru di mata para siswa? Ada ungkapan guru adalah segalanya, tidak ada guru siswa tak tentu rudu arahnya, bisa membuat onar dan kekacauan di dalam kelas maupun di luar kelas. Tanpa guru siswa tak menentu, ada yang menunggu dan menunggu sampai ada siswanya yang dungu dan lugu.

Guru galak/garang
Citra pertama adalah citra seorang guru yang galak. Pada dasarnya, tidak ada manusia di dunia ini yang galak (baca: suka marah) karena manusia diciptakan sesuai dengan fitrahnya. Artinya, segala tingkah laku, sikap dan perangai manusia sesuai dengan hatinya. Guru tidak akan bertindak semena-mena sepanjang tidak ada yang menjadi faktor penyebab dalam tindakan yang dilakukan oleh siswanya. Guru akan marah jika ada siswa yang melakukan hal-hal dan tindakan yang melanggar aturan sekolah dan sebagainya. Oleh karena itu, jangan sampai siswa menjadi pemicu kemarahan guru. Kasus penganiayaan guru terhadap siswa yang sering kita dengar dan saksikan di berbagai media memberitakan bahwa tidak lain karena siswa yang menjadi biang tindakan dan kekesalan serta kemarahan guru.
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa hati manusia dibagi menjadi tiga, yaitu: (1). Qalbun Salimun (hati yang selamat/sehat), (2). Qalbun Maridhun (hati yang berpenyakit), (3). Qalbun Mayyitun (hati yang mati). Qalbun Salimun adalah hati yang selalu berjalan di jalan yang benar/lurus sesuai dengan fitrahnya. Qalbun Maridhun adalah hati yang sudah dimasuki dan dinodai oleh hal-hal negatif sehingga dihinggapi penyakit-penyakit duniawi yang melalaikan lagi menyesatkan. Sedangkan tingkat yang paling parah adalah Qalbun Mayyitun yaitu mata hati yang sudah terkunci mati mata hatinya dikarenakan kekafiran, sehingga hatinya menjadi mati dan tidak akan hidup atau dapat dibuka melainkan hanya dengan hidayah dari Allah SWT. Begitupun guru, hati seorang guru awalnya Qalbun Salimun, namun hatinya akan menjadi Qalbun Maridhun tatkala ada dipengaruhi oleh hal-hal di luar dirinya yang disebabkan oleh tingkah laku para siswanya sehingga guru menjadi marah.

Guru disiplin
Citra kedua adalah disiplin. Disiplin bukan hanya tepat waktu datang ke sekolah, namun dalam segala hal. Guru yang disiplin adalah guru yang patuh dan taat terhadap peraturan sekolah, disiplin dalam memberikan pengajaran dan penilaian (evaluasi) untuk keperluan kependidikan dan sebagainya.
Menurut Kartini Kartono (1995), "guru dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, dan memiliki tingkah laku yang tepat dalam mengajar." Oleh sebab itu, guru harus dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang disajikan, dan memiliki metode yang tepat dalam mengajar.

Guru teladan
Teladan artinya sesuatu yang patut ditiru, dan guru hendaknya menjadi teladan bagi murid-muridnya karena guru adalah seseorang yang memang pantas untuk – mengutip pepatah Jawa – diguGU (dipatuhi) dan ditiRU (dicontoh). Bapak pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara (1889-1959) sudah mewariskan filsafat pendidikan bagi para guru: "Ing Ngarsa sung tuladha, in madya mangun karsa, tut wuri handayani" (di depan memberi teladan, di tengah membimbing, dan di belakang mendorong).

Guru yang baik
Citra selanjutnya adalah guru yang baik. Citra ini muncul ketika para siswa tidak pernah diperlakukan oleh gurunya dengan semena-mena (baca: guru tidak pernah marah dan itu ini). Guru juga yang selalu memberikan nilai yang "bagus" di raport siswanya. Bahkan ada sebagian siswa yang mengatakan guru yang baik adalah guru yang tidak selalu memberikan latihan dan tugas, tetapi akan mendapatkan nilai yang memuaskan di dalam raport. Namun, beberapa minggu terakhir kita lihat di televisi yang menayangkan ada di antara siswa yang terlibat dalam aksi tawuran bahkan yang lebih parahnya lagi ditemukan aksi kekerasan antar siswa yang terekam dalam telepon seluler (ponsel). Inikah akhlak dan moral siswa sebagai generasi penerus bangsa? Jika ini yang terjadi, citra guru yang baik masih dipertanyakan. Dan masih banyak lagi citra-citra lain yang dicap kepada guru. Wallahu a’lam. **

*) Penulis adalah alumni STAIN Pontianak.

Sumber : http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=17033


Bookmark and Share

Tuesday, February 16, 2010

Lagu Toolbar Pengolah Angka








Program pengolah kata Microsoft Word tidak asing bagi kita. Penggunaan toolbar dan menu bar Microsoft Word sudah biasa digunakan. Untuk siswa kelas X SMA, metode ceramah tentu sudah membosankan bagi siswa. Apalagi mereka telah belajar Microsoft Word sejak Sekolah Menengah Pertama. Jadi saya meminta siswa membentuk kelompok untuk membuat lirik lagu menggunakan fungsi2 toolbar/menu bar yang ada di Microsoft Word. Ini berfungsi untuk mengingatkan mereka penggunaannya sekaligus untuk mengaktifkan otak kiri dan kanan..

Saya pun melibatkan guru bidang studi lain untuk mengomentari penampilan para siswa. Ada 3 guru yaitu guru bidagn studi biologi (Bu Trima) , fisika (Bu Udz) dan penjas (Bu Susi). Layaknya kontes musik yang digelar di televisi2, para siswa pun semangat menampilkan karya per kelompok.

Ini saya copy-kan salah satu lirik lagu yang di buat oleh siswa kelas X.

Microsoft word

punya fungsi

Standar toolbar

Formatting toolbar

Dan juga drawing toolbar

Standar toolbar

Ada delapan belas fungsinya

Diantaranya

Yang pertama

Fungsi copy

Untuk menyalin data

Yang kedua adalah Fungsi save

Yaitu berfungsi Untuk menyimpan dat a

Yang ketiga adalah

Fungsi print preview

Untuk menampilkan dokumen di layar

Selanjutnya icon Formatting toolbar

Ada enam belas fungsinya

Diantaranya

Yang pertama Font

untuk ganti jenis huruf

Kedua font size

Untuk mengganti ukuran huruf

Drawing toolbar

Terbagi menjadi

dua puluh fungsi

diantaranya

yang pertama line

membuat garis

rectangle

membuat kotak

tolong…

jangan kau lupakan fungsinya

jangan kau pikirkan

gambarnya saja

Microoft Word

banyak fungsinya.

Dan… setelah semua kelompok selesai tampil, tiba2 Bu Susi bermain gitar sambil bernyanyi selamat ulang tahun. Bu Trima dan Bu Udz pun memberikan kue ulang tahun kepada saya. Anak2 pun serempak langung bernyanyi bersama. Tak lupa sesi pemotretan menggunakan kamera Bu Susi dilakukan. Benar2 kejutan! Terima kasih untuk Bu Trima, Bu Susi, dan Bu Udz. Semoga Allah SWT membalas kebaikan ibu2. Amiin

Tanggal 15 Pebruari bertambah satu usia semoga menjadi lebih baik. Berharap satu tahun ke depan semakin dekat kepada Allah SWT, diberi kemudahan dlm pekerjaan, kemudahan rezeki, diberi kesehatan hingga melahirkan dan bisa melihat anak2ku lahir dan tumbuh menjadi anak2 saleh/shalehah, menjadi anak yang berbakti kepada ortu dan istri yang terbaik bagi suamiku. Sukses dunia-akhirat. Amiin.


Bookmark and Share