Silahkan Download Bahan Ajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) SMA Kelas XI :
1. Modul email, google dan milis
2. Modul jaringan komputer
3. Modul jaringan komputer dan hardware untuk akses internet
4. Modul ISP dan internet
5. Modul topologi jaringan komputer
6. Modul Praktik Ms. Excel 2003
Semoga bermanfaat :)
Thursday, January 27, 2011
Bahan Ajar TIK Kelas XI
Thursday, January 13, 2011
CARA milih JURUSAN di PERGURUAN tinggi YANG baik
CARA milih JURUSAN di PERGURUAN tinggi YANG baik :
1. Informasi yang Sempurna
Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan anda untuk memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman / trend.
2. £okasi dan Biaya
Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu / freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana anda. Jangan jadikan uang sebagai faktor yang sangat menghambat masa depan anda.
3. Daya Tampung Jurusan / Peluang Diterima
Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit. Pada umumnya memiliki kuantitas yang terbatas dan diperebutkan oleh banyak orang. Jangan membebani diri anda dengan target untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit.
4. Masa Depan Karir dan Pekerjaan
Lihatlah ke depan setelah anda lulus nanti. Apakah jurusan yang anda ambil nanti dapat mengantar anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja.
5. Sesuaikan Keinginan dan minat. Tetapkan keinginan Anda terhadap jurusan tertentu, tapi harus Anda sesuaikan dengan minat kemampuan Anda.
6. Realistis. Selain menyesuaikan keinginan dan minat, Anda harus berpikir realistis. Jangan terlalu idealis. Tanpa bermaksud mendeskreditkan jurusan-jurusan tertentu, ketika Anda sangat menyukai seni berpuisi atau tertarik dengan kajian-kajian islam, Anda tidak perlu serta merta kemudian memilih jurusan sastra Indonesia atau sastra arab. Namun Anda bisa menjalankan ketertarikan Anda tersebut di luar banku kuliah, misalnya mengikuti komunitas bahasa atau kajian-kajian islam di universitas. Mengapa? Karena lapangan pekerjaan sejenis jurusan-jurusan tersebut, sangat sulit diperoleh. Bukankah tujuan Anda kuliah adalah untuk memperoleh pekerjaan?
7. Kenali Pesaing. Mengenali pesaing dapat Anda lakukan melalui try-out yang sering diadadakan oleh beberapa lembaga belajar di kota Anda.
8. Pahami Jejaring Perguruan Tinggi Tujuan (Campuss Networking). Carilah informasi lebih jauh tentang jejaring kampus tujuan Anda, apakah ia memiliki link khusus dengan suatu perusahaan tertentu.
9. Tren. Tren yang dimaksud di sini bukan tren lapangan kerja saat ini, tepi tren lapangan kerja 5 sampai 10 tahun kedepan. Kemampuan membaca tren 5-10 tahun kedepan Anda perlu miliki atau setidaknya minta pertimbangan orang tua atau guru Anda. Tren ini dipergunakan untuk memprediksi lapangan pekerjaan apa yang akan booming atau naik daun setelah Anda lulus kuliah nanti, sehingga diharapkan Anda akan mudah mencari pekerjaan.
Biarkanlah hati dan akal sehat anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan anda. Selamat berjuang.
@eNPe education
Thursday, December 16, 2010
Pelatihan Linux BlankOn dan OpenOffice
Pustekkom Kementrian Pendidikan Nasional bekerjasama dengan Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) dan Komunitas Penggiat Linux Indonesia (KPLI) melakukan sosialisasi OSS kepada sekolah-sekolah di 33 propinsi di Indonesia untuk menggunakan sistem operasi dan software yang legal. Roadshow Linux yang berupa sosialisai kepada kepala sekolah SMA-SMK-SMP dan pelatihan Open Source kepada guru TIK. Untuk kota Pontianak, sosialisasi dilakukan di SMA Negeri 1 Pontianak, yang diikuti kepsek&guru TIK 8 SMA, 8 SMK, 7 SMP. Tujuan dari pelatihan dan sosialisasi OSS adalah melatih dan mensosialisasikan pemanfaatan open source kepada 1.650 orang tenaga pendidik dan kependidikan di Indonesia.
Kegiatan pelatihan berlangsung selama 1 hari dengan materi : sistem operasi Linux BlankOn, pengolah kata (openoffice writer), pengolah angka (openoffice calc), pengolah presentasi (openoffice impress), pengolah gambar (inkspace) dan pengolah foto (GIMP).
Semoga pelatihan ini bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing sehingga dunia pendidikan menggunakan sistem operasi dan aplikasi yang legal.
Berikut ini saya sertakan tips migrasi windows ke linux : Untuk persiapan awal tentu kita harus memilih distro yang cocok dengan perusahaan kita. Begitu banyak distro yang tersedia, namun saya menyarankan agar memakai 3 distro yang memang kehandalannya dan supportnya sudah terbukti, distro tersebut adalah Red Hat, suSE dan Debian atau Ubuntu. Apabila kita menginginkan tampilan GUI yang menarik tentu suSE pilihanya.. Debian dengan Ubuntunya berkembang dengan pesat dan tentu si topi merah Red Hat sudah terbukti kehandalannya sebagai komputer dekstop atau pun server.
Berikut langkah-langkah proses migrasi
1. Bagilah tim agar ada yang fokus pada melayani user selama migrasi dan tim yang mempersiapkan distribusi linux
2. Siapkan tim yang akan melayani user yang sistemnya dijadikan percobaan migrasi (pilot project). Dukungan tim ini penting karena user perlu didukung benar-benar. Tim perlu menjelaskan secara non teknis kepada user tentang migrasi, bila perlu ada tim it yang menjadi bagian departemen yang lainnya (misalnya: ada staff it yang menjadi bagian administrasi)
3. Siapkan panduan migrasi singkat, yang mungkin berupa panduan komparatif tetang fitur aplikasi, istilah yang digunakan serta cara mengakses fungsi yang sering digunakan.
4. Tim migrasi lanjutan hendaknya mulai menyiapkan distribusi linux yang telah disesuaikan (termasuk theme dekstop, kemungkinan auto login, aplikasi yang dijalankan via emulator dan lain-lain). Siapkan pula konfigurasi untuk memudahkan user mengakses media removeble, printer, scanner dan perangkat lain.
5. Migrasikan sekelompok user yang mewakili sejumlah departemen (pilot project).
6. Migrasikan secara perlahan aplikasi yang digunakan oleh end user. Aplikasi hendaknya aplikasi yang juga terdapat di Linux. Sebagai contoh berhentilah menggunakan MS Office dan gunakanlah OpenOffice.org atau berhentilah mengunakan IE mulailah menggunakan Mozilla Firefox. Untuk bagian development berhentilah menggunakan delphi, vb dan sejenisnya mulailah menggunakan php atau java. Sebisa mungkin, migrasikan juga data (termasuk address book, bookmark dan data lainnya)
7. Berilah waktu luang yang cukup banyak (misalnya: 3 bulan) untuk membuat user terbiasa dengan aplikasi baru.
8. Apabila aplikasi baru sudah mulai menyebar, maka ini merupakan langkah yang sangat bagus. Sebarkanlah kesemua anggota, tentu dengan pertimbangan yang matang untuk waktu migrasi sehingga tidak ada down time yang terlalu besar.
9. Sekali lagi, berikanlah waktu yang lebih banyak (misalnya: 6 bulan) untuk membuat semua user terbiasa
10. Apabila dari sisi aplikasi telah dimigrasikan, maka lakukan percobaan sekali lagi (dengan dukungan kepada user tertentu) untuk sistem operasi. Kemudian, berilah waktu luang dan lakukan prosedur yang sama dengan sebelumnya.