Di sekolah kadang terdapat pengelompokkan tingkat kepintaran siswa berdasarkan kelasnya. Tenaga pendidik yang mengajar pun tidak jarang juga mengklasifikasikan atau membeda-bedakan antara kelas yang satu dengan yang lain. Kelas IPA adalah kumpulan siswa-siswa pintar dan jenius, kelas IPS merupakan kelas menengah yang biasa-biasa saja. Sementara kelas bahasa adalah kelas buangan karena biasanya siswa yang masuk kelas ini adalah siswa-siswa yang tidak mampu untuk masuk kelas IPA dan IPS. Siswa kelas IPA pun merasa lebih istimewa dibanding lainnya, tetapi siswa kelas bahasa merasa minder atau seperti dianak tirikan.
Sungguh ironi jika kita membentuk suatu batasan, kebiasaan atau lingkungan yang mengharuskan kita ada dalam kotak-kotak tertentu. Setiap siswa memiliki keunikan masing-masing. Kelas apapun yang dipilih siswa, tidak serta merta menentukan kepintaran atau kejeniusannya. Ada juga siswa bahasa yang berprestasi sesuai bidangnya. Kebudayaan yang terbentuk selama ini adalah kepintaran seseorang dilihat dari sisi sains atau bidang eksak saja. Kita ambil contoh, Einstein waktu waktu sekolah dianggap idiot, dengan kemandirian dan ketekunannya dalam mengembangkan potensi diri, akhirnya beliau bisa menjadi orang jenius.
Siswa bisa mengembangkan berbagai macam intelegensi dalam dirinya. Seperti penelitian yang dilakukan Howard Gardner bahwa ada tujuh macam intelegensi. Penelitian lanjutannya Howard Gardner menambahkan dua macam intelegensi, yaitu :
1. Naturalist Intelligence, kecerdasan ini memungkinkan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan.
2. Spiritual Intelligence, kecerdasan yang memungkinkan anak mengetahui dan memahami penghayatan bahwa dirinya diberi begitu banyak anugerah oleh Tuhan.
3. Existential Intelligence, kecerdasan ini muncul ketika seseorang mulai mempertanyakan siapa dirinya? Mengapa ia hidup? Sebuah imajinasi tentang keberadaan dirinya di dunia.
Jadi, kelas IPA, IPS atau Bahasa tidak perlu dibandingkan satu sama lainnya. Sebagai pendidik, kita dapat memfasilitasi dan memotivasi siswa untuk mengembangkan diri terus menerus. Tidak ada orang bodoh di dunia ini, tetapi orang yang tidak mau berkembang. Orang yang tekun akan mengalahkan orang yang mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi.
Wallahu’alam
Tuesday, March 24, 2009
Kelas IPA, IPS atau Bahasa?
Sunday, February 1, 2009
Perangkat Pembelajaran TIK dan Ket Komp
Saya baru belajar menjadi guru, membuat bahan ajar dan perangkat pembelajaran yaitu Program Tahunan, Program Semester, Silabus, RPP.
Bagi rekan-rekan seprofesi atau siswa yang ingin mengetahui perangkat pembelajaran TIK, silahkan mengunduh (download) dari link2 yang tersedia.
Selain perangkat pembelajaran TIK, saya juga melampirkan perangkat pembelajaran Keterampilan Komputer. Mata pelajaran tersebut merupakan mata pelajaran mulok untuk kelas XII di SMA Negeri 2 Pontianak.
Semoga bermanfaat.
Program Tahunan TIK Kelas XI SMA Negeri 2 Pontianak
Program Semester TIK Kelas XI SMA Negeri 2 Pontianak
Silabus TIK Kelas XI SMA Negeri 2 Pontianak
RPP TIK Kelas XI SMA Negeri 2 Pontianak
Silabus TIK Kelas X SMA Negeri 2 Pontianak
RPP TIK Kelas X SMA Negeri 2 Pontianak
Program Tahunan Ket Komp Kelas XII SMA Negeri 2 Pontianak
Program Semester Ket Komp Kelas XII SMA Negeri 2 Pontianak
Silabus Ket Komp Kelas XII SMA Negeri 2 Pontianak
RPP Ket Komp Kelas XII SMA Negeri 2 Pontianak
Modul email, google dan milis
Modul jaringan komputer
Modul jaringan komputer dan hardware untuk akses internet
Modul ISP dan internet
Modul topologi jaringan komputer
Wednesday, October 29, 2008
Pelatihan Studi Interkoneksi Jardiknas
Tanggal 28 Oktober 2008 kemarin, saya beserta 2 siswa mengikuti Pelatihan Studi Interkoneksi Jardiknas di SMK Negeri 6 Pontianak sebagai pusat ICT Kota Pontianak. Pelatihan ini diikuti guru dan siswa SMA/SMK Kota Pontianak serta pegawai Dinas Pendidikan Kota Pontianak.
Pada hari sebelumnya (27 Oktober 2008) telah dilakukan pelatihan bagi admin di setiap sekolah dan dinas pendidikan.
Roles domain yang diberikan adalah :
Diknas : kota.jardiknas.net.id
Sekolah : sekolah.kota.jardiknas.net.id
Ada empat konsep yang diberikan dalam interkoneksi jardiknas yaitu : register, login, write dan logout.
Aplikasi yang diberikan hanya untuk single identity number, dimana setiap siswa atau guru hanya ada satu account user. Aplikasi webserver yang dapat dimanfaatkan :
1. e-mail (Zimbra Mail)
2. Blog (Wordpress)
3. Forum (SMF menggunakan OS : Centos5 *versi gratis redhat)
4. Portal (Joomla)
5. IRC
Dengan adanya interkoneksi jardiknas ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lancar, efektif dan efisien antara tenaga kependidikan, guru, siswa, pegawai diknas.