Sunday, February 1, 2009

Perangkat Pembelajaran TIK dan Ket Komp


Saya baru belajar menjadi guru, membuat bahan ajar dan perangkat pembelajaran yaitu Program Tahunan, Program Semester, Silabus, RPP.
Bagi rekan-rekan seprofesi atau siswa yang ingin mengetahui perangkat pembelajaran TIK, silahkan mengunduh (download) dari link2 yang tersedia.
Selain perangkat pembelajaran TIK, saya juga melampirkan perangkat pembelajaran Keterampilan Komputer. Mata pelajaran tersebut merupakan mata pelajaran mulok untuk kelas XII di SMA Negeri 2 Pontianak.
Semoga bermanfaat.

Program Tahunan TIK Kelas XI SMA Negeri 2 Pontianak
Program Semester TIK Kelas XI SMA Negeri 2 Pontianak
Silabus TIK Kelas XI SMA Negeri 2 Pontianak
RPP TIK Kelas XI SMA Negeri 2 Pontianak

Silabus TIK Kelas X SMA Negeri 2 Pontianak
RPP TIK Kelas X SMA Negeri 2 Pontianak

Program Tahunan Ket Komp Kelas XII SMA Negeri 2 Pontianak
Program Semester Ket Komp Kelas XII SMA Negeri 2 Pontianak
Silabus Ket Komp Kelas XII SMA Negeri 2 Pontianak
RPP Ket Komp Kelas XII SMA Negeri 2 Pontianak

Modul email, google dan milis
Modul jaringan komputer
Modul jaringan komputer dan hardware untuk akses internet
Modul ISP dan internet
Modul topologi jaringan komputer


Bookmark and Share

Wednesday, October 29, 2008

Pelatihan Studi Interkoneksi Jardiknas

Tanggal 28 Oktober 2008 kemarin, saya beserta 2 siswa mengikuti Pelatihan Studi Interkoneksi Jardiknas di SMK Negeri 6 Pontianak sebagai pusat ICT Kota Pontianak. Pelatihan ini diikuti guru dan siswa SMA/SMK Kota Pontianak serta pegawai Dinas Pendidikan Kota Pontianak.

Pada hari sebelumnya (27 Oktober 2008) telah dilakukan pelatihan bagi admin di setiap sekolah dan dinas pendidikan.
Roles domain yang diberikan adalah :
Diknas : kota.jardiknas.net.id
Sekolah : sekolah.kota.jardiknas.net.id
Ada empat konsep yang diberikan dalam interkoneksi jardiknas yaitu : register, login, write dan logout.
Aplikasi yang diberikan hanya untuk single identity number, dimana setiap siswa atau guru hanya ada satu account user. Aplikasi webserver yang dapat dimanfaatkan :
1. e-mail (Zimbra Mail)
2. Blog (Wordpress)
3. Forum (SMF menggunakan OS : Centos5 *versi gratis redhat)
4. Portal (Joomla)
5. IRC
Dengan adanya interkoneksi jardiknas ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lancar, efektif dan efisien antara tenaga kependidikan, guru, siswa, pegawai diknas.

Monday, September 22, 2008

Tutor Sebaya

Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Menurut Suryabrata (1982: 27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif), sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru, kurikulum, dan model pembelajaran). Bloom (1982: 11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu kemampuan kognitif, motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan.

Sering ditemukan di lapangan bahwa guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. Timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana, sistematik, bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar.

Akhir-akhir ini makin banyak perhatian terhadap pengajaran tutor sebaya yang pada dasarnya sama dengan program bimbingan, yang bertujuan memberikan bantuan dari dan kepada siswa dapat mencapai prestasi belajar secara optimal.

Pengajaran tutor sebaya ini dapat dipandang sebagai reaksi terhadap pengajaran klasikal dengan kelas yang terlampau besar dan padat sehingga guru atau tenaga pengajar tak dapat memberikan bantuan individual, bahkan sering tidak mengenal para pelajar seorang demi seorang. Selain itu para pendidik mengetahui bahwa para siswa menunjukkan perbedaan dalam cara-cara belajar. Pengajaran klasikal yang menggunakan proses belajar-mengajar yang sama bagi semua siswa tidak akan sesuai bagi kebutuhan dan kepribadian setiap siswa. Maka karena itu perlu dicari sistem pengajaran yang membuka kemungkinan memberikan pengajaran bagi sejumlah besar siswa dan di samping itu memberi kesempatan bagi pengajaran tutor sebaya.

Kelebihan tutor sebaya dalam pendidikan yaitu dalam penerapan tutor sebaya, anak-anak diajar untuk mandiri, dewasa dan punya rasa setia kawan yang tinggi. Artinya dalam penerapan tutor sebaya itu, anak yang dianggap pintar bisa mengajari atau menjadi tutor temannya yang kurang pandai atau ketinggalan. Di sini peran guru hanya sebagai fasilitator atau pembimbing saja.

Jadi, kita dapat menugaskan siswa pandai untuk memberikan penjelasan kepada siswa kurang pandai (tutor sebaya). Demikian juga, anjurkan siswa kurang pandai untuk bertanya kepada atau meminta penjelasan dari siswa pandai terlebih dahulu sebelum kepada gurunya. Hal ini untuk menanamkan kesan bahwa belajar itu bisa dari siapa saja, tidak selalu dari guru yang akibatnya tergantung kepada guru.

Tutor dikatakan berhasil jika dapat menjelaskan dan yang dijelaskan dapat membuktikan bahwa dia telah mengerti atau memahami dengan cara hasil pekerjaannya.