Tanggal 28 Oktober 2008 kemarin, saya beserta 2 siswa mengikuti Pelatihan Studi Interkoneksi Jardiknas di SMK Negeri 6 Pontianak sebagai pusat ICT Kota Pontianak. Pelatihan ini diikuti guru dan siswa SMA/SMK Kota Pontianak serta pegawai Dinas Pendidikan Kota Pontianak.
Pada hari sebelumnya (27 Oktober 2008) telah dilakukan pelatihan bagi admin di setiap sekolah dan dinas pendidikan.
Roles domain yang diberikan adalah :
Diknas : kota.jardiknas.net.id
Sekolah : sekolah.kota.jardiknas.net.id
Ada empat konsep yang diberikan dalam interkoneksi jardiknas yaitu : register, login, write dan logout.
Aplikasi yang diberikan hanya untuk single identity number, dimana setiap siswa atau guru hanya ada satu account user. Aplikasi webserver yang dapat dimanfaatkan :
1. e-mail (Zimbra Mail)
2. Blog (Wordpress)
3. Forum (SMF menggunakan OS : Centos5 *versi gratis redhat)
4. Portal (Joomla)
5. IRC
Dengan adanya interkoneksi jardiknas ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lancar, efektif dan efisien antara tenaga kependidikan, guru, siswa, pegawai diknas.
Wednesday, October 29, 2008
Pelatihan Studi Interkoneksi Jardiknas
Monday, September 22, 2008
Tutor Sebaya
Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Menurut Suryabrata (1982: 27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif), sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru, kurikulum, dan model pembelajaran). Bloom (1982: 11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu kemampuan kognitif, motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan.
Sering ditemukan di lapangan bahwa guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. Timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana, sistematik, bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar.
Akhir-akhir ini makin banyak perhatian terhadap pengajaran tutor sebaya yang pada dasarnya sama dengan program bimbingan, yang bertujuan memberikan bantuan dari dan kepada siswa dapat mencapai prestasi belajar secara optimal.
Pengajaran tutor sebaya ini dapat dipandang sebagai reaksi terhadap pengajaran klasikal dengan kelas yang terlampau besar dan padat sehingga guru atau tenaga pengajar tak dapat memberikan bantuan individual, bahkan sering tidak mengenal para pelajar seorang demi seorang. Selain itu para pendidik mengetahui bahwa para siswa menunjukkan perbedaan dalam cara-cara belajar. Pengajaran klasikal yang menggunakan proses belajar-mengajar yang sama bagi semua siswa tidak akan sesuai bagi kebutuhan dan kepribadian setiap siswa. Maka karena itu perlu dicari sistem pengajaran yang membuka kemungkinan memberikan pengajaran bagi sejumlah besar siswa dan di samping itu memberi kesempatan bagi pengajaran tutor sebaya.
Kelebihan tutor sebaya dalam pendidikan yaitu dalam penerapan tutor sebaya, anak-anak diajar untuk mandiri, dewasa dan punya rasa setia kawan yang tinggi. Artinya dalam penerapan tutor sebaya itu, anak yang dianggap pintar bisa mengajari atau menjadi tutor temannya yang kurang pandai atau ketinggalan. Di sini peran guru hanya sebagai fasilitator atau pembimbing saja.
Jadi, kita dapat menugaskan siswa pandai untuk memberikan penjelasan kepada siswa kurang pandai (tutor sebaya). Demikian juga, anjurkan siswa kurang pandai untuk bertanya kepada atau meminta penjelasan dari siswa pandai terlebih dahulu sebelum kepada gurunya. Hal ini untuk menanamkan kesan bahwa belajar itu bisa dari siapa saja, tidak selalu dari guru yang akibatnya tergantung kepada guru.
Tutor dikatakan berhasil jika dapat menjelaskan dan yang dijelaskan dapat membuktikan bahwa dia telah mengerti atau memahami dengan cara hasil pekerjaannya.
Sunday, September 7, 2008
What You Think Is What You Get
Persoalan sepele yang terkadang tanpa kita sadari sering dipraktekkan dalam menjalani hidup. Yup! Apa yang ada dalam pikiran kita, secara tidak langsung akan mempengaruhi kenyataan. *Doh, ngomong apa sih. Bingung gimana pembukaan tulisan ini*
Sebenarnya apa yang kita pikirkan suatu saat keinginan tersebut akan ada dalam genggaman. Tinggal masalah waktu, kapan hal itu akan terjadi.
Yang akan saya bahas adalah, kenapa kita lebih sering memikirkan APA YANG TIDAK KITA INGINKAN?!? Lalu kita baru merasa heran mengapa hal yang tidak kita inginkan selalu terjadi. Misalnya kita selalu memikirkan/merenungkan masalah yang menimpa kita akibatnya kita akan mendapatkan lebih banyak lagi hal2 yang menyusahkan kita. Jika kita melihat sesuatu yang tidak kita inginkan, sebenarnya kita bukan menjauhkan diri dari hal tersebut tetapi sebaliknya kita sedang mengaktifkan setiap pemikiran tentang hal yang tidak kita inginkan.
Untuk itu *sebaiknya* janganlah memikirkan apa yang tidak kita inginkan tetapi fokuslah pada apa yang kita inginkan maka hal yang kita inginkan akan semakin cepat terjadi. Misalnya kita memikirkan suatu hal berulang2 atau membayangkan terus menerus dalam pikiran, maka kita telah memancarkan aura positif dari pikiran yang suatu saat akan terwujud.
Contoh kasus sederhana seperti ini, kita selalu mengeluh sakit maka kita akan merasakan sakit bukan sehat. Betul? Jadi semua yang terjadi pada diri kita bisa saja itu akibat dari pikiran yang *secara sadar/tidak* telah kita ciptakan. Pikiran positif jauh lebih hebat ribuan kali dari pikiran negatif.
Emosi membimbing perasaan dan perasaan dapat menentukan pikiran.
Mulailah hari yang baik dan kita dalam suasana perasaan yang gembira, sehingga banyak situasi, kondisi, orang2 sekitar yang mempertahankan perasaan gembira tadi.
Hal apa yang kita perhatikan dengan pikiran dan perasaan adalah hal yang kita “tarik” ke diri kita, tidak peduli apakah kita inginkan atau tidak.
Apapun keadaan kita saat ini, itu adalah sisa hasil dari pikiran dan tindakan kita di masa lalu. Jadi sangat penting, apa yang kita inginkan, apa yang kita rasakan dan apa yang kita pikirkan karena semua itu akan terwujud.
Mari fokus ke hal2 yang kita inginkan maka hal yang tidak kita inginkan akan menjauh. Dan bagian yang diinginkan semakin berkembang sehingga bagian yang tidak diinginkan akan menghilang.
Wallahu’alam