Wednesday, March 12, 2014

Verifikasi Data

Bookmark and Share

Verifikasi Data Siswa

Masuk pada semester genap setiap tahun ajaran, pihak sekolah disibukan perihal verifikasi data siswa kelas XII yang akan mengikuti ujian nasional.
Rekapitulasi data secara berkas sudah disiapkan jauh-jauh hari. Pengumpulan data yang diperlukan antara lain, fotocopy raport semester 3-5 dan fotocopy ijasah SMP serta biodata siswa.
Selanjutnya data tersebut diinput diaplikasi yang telah disediakan dinas pendidikan. Biasanya berupa file perangkat lunak pengolah angka. Sebelum diserahkan ke dinas, data yang sudah diinput lalu dicetak dan diperlihatkan kepada masing-masing siswa untuk memeriksa datanya.

Dari file tadi dikumpulkan ke dinas pendidikan yang nantinya dipergunakan untuk kartu peserta ujian sampai ijasah SMA.
Namanya saja manusia, pasti ada salah. Begitu pula untuj pengetikan data. Misalnya pada field nama, terketik Fadli seharusnya Fadil, atau kasus nama Muhammad. Nama yang biasa dipakai untuk awalan nama siswa laki-laki. Tetapi penulisannya tidak mesti seperti diatas, ada orang tua yang memberikan nama anaknya Mohammad / Muhamad / Muchammad. Jika tidak teliti bisa salah input. Selain itu ada juga kekeliruan di field tanggal lahir. Untuk bulan ke sebelas di kalender Masehi, adalah noVember tetapi bisa saja terketik noPember, hehe…
Perlu ketelitian, kehati-hatian, kondisi tenang, lingkungan mendukung untuk input data dengan setumpuk berkas. Apalagi waktu pengerjaan yang singkat. Pikiran yang kalut ingin segera menyelesaikan kerjaan bisa memudarkan konsentrasi.
Apapun hasil data yang telah diinputkan, verifikasi data sangat penting untuk mencocokan data yang ada dengan data yang sebenarnya.

Rindu Olah Raga di SD

Bookmark and Share
Perjalanan pagi ini menuju sekolah, terjadi kemacetan di jalan RE. Martadinata. Ada apa gerangan???
Sederatan motor yang parkir dipinggir jalan menggangu sirkulasi pengguna jalan lainnya. Apalagi dijam sibuk bersamaan orang ke sekolah dan pergi kerja.
Ternyata mereka berhenti dipinggir SD, ada 2 SD malah, jelas aja macet.
Kedua SD yang berada di jalan RE. Martadinata mengadakan senam. Suara musik mengiringi senam terdengar jelas.
Sambil menunggu motor bisa kembali bergerak diantara himpitan kendaraan lain, saya sempat memperhatikan anak-anak SD itu mengikuti gerakan instruktur senam di bagian depan. Instruktur senam adalah siswa SD juga, sepertinya mereka kelas 5 atau 6. Ada yang serius, semangat loncat sana-sini, tangan diayun, kaki digerak seirama dengan musik yang terdengar. Tetapi ada juga yang bergerak seadanya, di bagian belakang para siswa ada 3 orang guru yang mengawasi. Rindu saat-saat indah kebersamaan senam dilapangan SD. Setelah selesai senam, badan sehat, berkeringat tetap semangat belajar samapi lari-larian di sekolah. Oh…polosnya masa sekolah dasar.
Kemacetan bisa terhindakan jika saja orang tua hanya mengantar anaknya ke sekolah. Tetapi karena orang tua ikut menonton anaknya senam jadi macet deh…
Olahraga atau senam yang rutin saya rasakan hanya di SD. Begitu naik level SMP, olahraga satu minggu sekali, ada tambahan SKJ setiap hari jum’at. Naik lagi di SMA, olahraga di sekolah satu minggu sekali selama dua jam pelajaran. Sampai di bangku kuliah, tidak ada mata kuliah olahraga *kecuali yang memang mengambil jurusan olahraga*. Saat ini saya sudah bekerja, tidak ada jadwal olahraga. Terkadang menghibur diri sudah melakukan olahraga dengan menyapu, mengepel dan kegiatan rumah tangga lainnya.
Padahal olah raga itu penting bagi kesehatan manusia. Tetapi saya jarang melakukannya, hiks…

Cara Cepat Menghapal Angka

Bookmark and Share
Dua hari lalu, saya ada cerita tentang kegiatan motivasi ujian nasional bagi siswa kelas XII.
Ada materi yang disampaikan instruktur tentang Learning Strategy untuk menghapal angka tetapi tidak disampaikan secara langsung pada kegiatan tersebut. Saya penasaran tentang cara cepat menghapal angka. Okelah, kita tanya sama Mbah Gugel aja :)
Ini info yang saya temukan dari sumber http://kolaksetop.blogspot.com
Cara pertama dengan imajinasi angka, bisa dengan mengubah deretan angka menjadi huruf. Tetapi jangan mengganti angka dengan urutan abjad, misal angka 1 diganti huruf A, angka 2 diganti huruf B, dan seterusnya. Ini contoh sederhana untuk mengganti angka menjadi huruf :
Angka 1 berubah menjadi huruf— T (coretlah bagian atas angka 1,maka akan menjadi huruf T)
Angka 2 berubah menjadi huruf —Z (jika ditulis kaku, angka 2 menyerupai huruf Z)
Angka 3 berubah menjadi huruf —E (balik angka 3 akan seperti huruf E)
Angka 4 berubah menjadi huruf —A (tambahkan kaki kiri diangka 4 jadi menyerupai huruf A)
Angka 5 berubah menjadi huruf —S (memang mirip huruf S)
Angka 6 berubah menjadi huruf —C (hapus sedikit bagian depan angka 6 jadi menyerupai C)
Angka 7 berubah menjadi huruf —J (memang mirip huruf J)
Angka 8 berubah menjadi huruf —B (memang mirip huruf B)
Angka 9 berubah menjadi huruf —g (memang mirip huruf g)
Angka 0 berubah menjadi huruf —O (memang mirip huruf O)
Dengan mengganti angka menjadi huruf, huruf tadi bisa diganti kata tertentu yang memudahkan untuk mengingat.
Jadi jika ada sekumpulan angka, bisa diganti menjadi serangkai kalimat.
Contoh :
1 = T = tisu
2 = Z = zaman
3 = E = enak
4 = A = ayam
5 = S = saya
6 = C = cantik
7 = J = jadi
8 = B = boleh
9 = g = gabung
0 = o = orang
Sekumpulan angka : 1-5-3-8-7-9-2-1-0-4-6 akan mudah dihapal dengan mengganti menjadi kalimat :
tisu-saya-enak-boleh-jadi-gabung-zaman-tisu-orang-ayam-cantik.
Penggantian huruf menjadi kata diatas, bisa diganti dengan yang lain sesuai keinginan masing-masing.
Dengan latihan yang banyak, lama-kelamaan otak akan terbiasa untuk mengingat angka.
Selamat mencoba :)