Wednesday, January 20, 2010

Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research)

A. PENGERTIAN

Classroom action research (CAR) adalah action research yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Action research pada hakikatnya merupakan rangkaian “riset-tindakan-riset-tindakan- …”, yang dilakukan secara siklus, dalam rangka memecahkan masalah, sampai masalah itu terpecahkan. Ada beberapa jenis action research, dua di antaranya adalah individual action research dan collaborative action research (CAR). Jadi CAR bisa berarti dua hal, yaitu classroom action research dan collaborative action research; dua-duanya merujuk pada hal yang sama.

Action research termasuk penelitian kualitatif walaupun data yang dikumpulkan bisa saja bersifat kuantitatif. Action research berbeda dengan penelitian formal, yang bertujuan untuk menguji hipotesis dan membangun teori yang bersifat umum (general). Action research lebih bertujuan untuk memperbaiki kinerja, sifatnya kontekstual dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi. Namun demikian hasil action research dapat saja diterapkan oleh orang lain yang mempunyai latar yang mirip dengan yang dimliki peneliti.

B. MODEL–MODEL ACTION RESEARCH

Model Kurt Lewin menjadi acuan pokok atau dasar dari berbagai model action research, terutama classroom action research. Dialah orang pertama yang memperkenalkan action research. Konsep pokok action research menurut Kurt Lewin terdiri dari empat komponen, yaitu : (1) perencanaan (planning), (2) tindakan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting). Hubungan keempat komponen itu dipandang sebagai satu siklus.

Model Kemmis & Taggart merupakan pengembangan dari konsep dasar yang diperkenalkan Kurt lewin seperti yang diuraikan di atas, hanya saja komponen acting dan observing dijadikan satu kesatuan karena keduanya merupakan tindakan yang tidak terpisahkan, terjadi dalam waktu yang sama

C. MASALAH CAR

Berikut ini merupakan hal-hal yang perlu dipertimbangkan pada saat menentukan masalah CAR.

1. Banyaknya Masalah yang Dihadapi Guru

2. Tiga Kelompok Masalah Pembelajaran

3. Masalah yang Berada di Bawah Kendali Guru

4. Masalah yang Terlalu Besar

5. Masalah yang Terlalu Kecil

6. Masalah yang Cukup Besar dan Strategis

7. Masalah yang Anda Senangi

8. Masalah yang Riil dan Problematik

9. Perlunya Kolaborasi

D. IDENTIFIKASI, PEMILIHAN, DESKRIPSI, DAN RUMUSAN MASALAH

1. Identifikasi Masalah

Dalam mengidentifikasikan masalah, Anda sebaiknya menuliskan semua masalah yang Anda rasakan selama ini.

2. Pemilihan Masalah

Anda tidak mungkin memecahkan semua masalah yang teridentifikasikan itu sekaligus, dalam suatu action research yang berskala kelas. Masalah-masalah itu berbeda satu sama lain dalam hal kepentingan atau nilai strategisnya. Masalah yang satu boleh jadi merupakan penyebab dari masalah yang lain sehingga pemecahan terhadap yang satu akan berdampak pada yang lain; dua-duanya akan terpecahkan sekaligus. Untuk dapat memilih masalah secara tepat, Anda perlu menyusun masalah-masalah itu berdasarkan kriteria tersebut: tingkat kepentingan, nilai strategis, dan nilai prerekuisit. Akhirnya Anda pilih salah satu dari masalah-masalah tersebut, misalnya “Siswa tidak dapat melihat hubungan antara mata pelajaran yang satu dengan yang lain.”

3. Deskripsi Masalah

Setelah Anda memilih salah satu masalah, deskripsikan masalah itu serinci mungkin untuk memberi gambaran tentang pentingnya masalah itu untuk dipecahkan ditinjau dari pengaruhnya terhadap pembelajaran secara umum maupun jumlah siswa yang terlibat.

4. Rumusan Masalah

Setelah Anda memilih satu masalah secara seksama, selanjutnya Anda perlu merumuskan masalah itu secara komprehensif dan jelas. Sagor (1992) merinci rumusan masalah action research menggunakan lima pertanyaan:

  1. Siapa yang terkena dampak negatifnya?
  2. Siapa atau apa yang diperkirakan sebagai penyebab masalah itu?
  3. Masalah apa sebenarnya itu?
  4. Siapa yang menjadi tujuan perbaikan?
  5. Apa yang akan dilakukan untuk mengatasi hal itu? (tidak wajib, merupakan hipotesis tindakan).

E. KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

1. Kajian Teori

Dalam membuat rumusan masalah di atas sebenarnya Anda telah melakukan “analisis penyebab masalah” sekaligus membuat “hipotesis tindakan” yang akan diberikan untuk memecahkan masalah tersebut. Untuk melakukan analisis secara tajam dan menjustifikasi perlakuan yang akan diberikan, Anda perlu merujuk pada teori-teori yang sudah ada

2. Hipotesis Tindakan

Lakukanlah analisis penyebab masalah secara seksama agar tindakan yang Anda rencanakan berjalan dengan efektif. Hipotesis tindakan dapat Anda tuliskan secara eksplisit, tetapi dapat juga tidak karena pada dasarnya Anda belum tahu tindakan mana yang akan berdampak paling efektif.

H. KESIMPULAN CAR

1. Kesimpulan

Kesimpulan tentu saja harus menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis yang telah dikemukakan.

2. Saran

Karena CAR bersifat kontekstual, pemberian saran kepada orang lain berdasarkan hasil penelitian tersebut sebenarnya kurang bermanfaat.

I. DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka mencerminkan penguasaan Anda atas teori belajar dan pembelajaran yang Anda minati. Di samping itu, sebagaimana telah disinggung sebelumnya, daftar pustaka mencerminkan keluasan pengetahuan Anda atas penelitian-penelitian terbaru yang sedang ngetren.

Disampaikan oleh : Dra. Farida Ariani, M.Pd dalam Seminar sehari Penelitian Tindakan Kelas di Pontianak





Bookmark and Share

Monday, December 14, 2009

Remedi TIK Semester Ganjil 2009

Bagi siswa/i SMA Negeri 2 Pontianak Kelas X dan XI :
segera download file daftar nilai remedi di bawah ini.

Remedi Kelas X

Remedi Kelas XI



Bookmark and Share

Wednesday, May 6, 2009

Seminar “The World is My Class” bertema ICT for Education

Tanggal 30 April 2009 sampai 4 Mei 2009 dilakasanakan Natiaonal IT eXpo (NIX) di Pontianak Conv. Center (PCC). Membaca brosur atau spanduk NIX yang disebar dipusat kota Pontianak membuat saya tertarik mengunjungi PCC pada hari pertama. Pengalaman tahun lalu, NIX tidak hanya sekedar pameran produk2 IT **lebih banyak jual komputer dan laptop** tetapi ada seminar nasional. Nah..itu dia yang saya cari. Saat pembukaan NIX berlangsung, saya mengajak suami tercinta mengunjungi PCC, terima kasih banyak buat suami tercinta yang telah bersedia menemani ke PCC sekaligus mendaftarkan saya seminar, huehehehe...


Seminar “The World is My Class” bertema ICT for Education diadakan tanggal 4 Mei 2009 jam 13.00 – 17.00 WIB. Ada 2 orang pembicara yaitu Satria Dharma dan James F. Tomasouw. Bapak Satria Dharma adalah nama yang tidak asing bagi saya karena beliau adalah Ketua Klub Guru Indonesia, saya juga sering membaca tulisan beliau di milis2 dan situs pendidikan. Lalu siapa Pak James F. Tomasouw, ternyata beliau adalah konsultan TI bidang pendidikan di Klub Guru juga. Klub Guru merupakan perkumpulan guru2 seluruh Indonesia seperti PGRI, namun Klub Guru independen artinya bukan organisasi di bawah pemerintahan.
Sebagai pembicara pertama adalah Pak Satria Dharma. Gaya bicara dan pembawaan beliau yang serius membuat sebagian peserta seminar tegang. Beliau pun mengakuinya tapi saya salut karena beliau selalu berusaha tersenyum dan membuat orang lain tersenyum. Judul presentasi yang diberikan Pak Satria Dharma yaitu “ guru Profesional dan Tantangan Pendidikan di Masa Depan”. Berikut ini saya kutipkan ringkasan seminar beliau :
Ciri utama guru yang profesional mampu melaksanakan pembelajaran secara : EFEKTIF, BERMAKNA dan MENYENANGKAN.
Tahukah anda …? bahwa anak-anak yang lahir setelah tahun 1982 ketika mencapai usia 21 tahun :
• Telah menghabiskan 10,000 jam untuk bermain ‘video games’
• Menonton televisi selama 20,000 jam
• Mengirim 200,000 email
• Menghabiskan 10,000 jam memakai telepon genggam
KIAT MENJADI GURU YANG HEBAT DAN DICINTAI SISWA
1. Jadilah guru yang menyenangkan. Jangan jadi guru yang menyeramkan
2. Jadilah guru yang kredibel (dipercaya)
3. Jadilah guru yang menimbulkan inspirasi bagi siswa
Yang TIDAK BOLEH dilakukan Guru
1. Jangan bawa masalah Anda ke kelas
2. Jangan mengritik orang
3. Jangan membuat malu siswa
4. Jangan membandingkan seorang siswa dengan saudaranya yang lain
5. Jangan mengolok atau mengejek siswa dengan kata ‘bodoh’,’telmi’, ‘lamban’, ‘kuper’, dlsb.
6. Jangan merokok di kelas. Juga jangan merokok dalam pertemuan resmi kecuali diperkenankan oleh hadirin

Selanjutnya pembicara kedua adalah Bapak James F. Tomasouw selaku konsultan TI bidang pendidikan di Klub Guru. Materi seminar beliau adalah :
1. Mengapa TIK dianggap penting bagi proses pendidikan dan pengajaran?
• Gaya belajar generasi terkini melalui rumah, sekolah, ranah public dan dunia maya. Dari lingkungan tertutup menjadi terbuka –komunitas, komunikasi, pasar, pemikiran, perilaku, nilai--.
• Evolusi sumber daya pendidikan mulai dari penemuan konsep bahasa, tulisan alpabet, mesin cetak hingga teknologi digital. Terjadinya DIGITALISASI terhadap PROSES dan SUMBER DAYA pembelajaran !
• Keterbatasan indera manusia; keterbatasan fisik, akses, lokasi, jumlah, jangkauan, ingatan, konsistensi.
• Adaptasi kebutuhan belajar; keseimbangan IQ (problematic learning), EQ (joyful learning), SQ (meaningful learning).
• Target efektivitas dan efisiensi; SDM, jejaring kemitraan, konten dan pengetahuan, fasilitas dan sarana prasarana.
2. Inisiatif-inisiatif TIK bagi pendidikan ?
• Metode pembelajaran berpusat pada siswa.
3. SAGUSALA (Satu Guru Satu Laptop)
• Mendukung transformasi pendidikan nasional melalui penyediaan sarana berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan harga terjangkau kepada guru.
• Program : Notebook, Digital Media Learning, Mobile Internet Access, Blog KlubGuru, KlubGuru Commerce Zone (Amazone KG), Financial Strategy.
• Bagaimana Mendapat SAGUSALA ?
Langkah-langkah :
1. Pilih tipe notebook
2. Hubungi Pengurus KlubGuru setempat
3. Mencari sumber dana (jika kredit)
4. Membayar
5. Notebook diisi konten pembelajaran
6. Pasang Akses Internet
7. Siap digunakan & akses blog,wiki,email

Di akhir seminar, ada doorprize berhadiah mouse pad, flash disk, memori card tapi saya gak dapat. Hiks...
Sampai sini dulu cerita saya, semoga bermanfaat.
Wassalam

Bookmark and Share